REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil mengatakan, selama ini perkembangan ekonomi syariah hanya ditopang oleh sektor swasta. Untuk itu, pemerintah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) sebagai langkah proaktif yang dapat mendorong pertumbuhan keuangan syariah.
"KNKS ini sekarang dalam perumusan peraturan presiden. Dengan adanya komite ini maka pemerintah akan mempunyai peranan yang lebih proaktif untuk mendorong perekonomian syariah. Karena selama ini keuangan syariah di Indonesia ini lebih oleh inisiatif private sector atau swasta," ujarnya usai acara Islamic Finance News (IFN) Forum di Shangrila Hotel, Jakarta, Rabu (6/4).
Ia mengatakan, Indonesia memiliki potensi keuangan syariah yang sangat besar. Apalagi dengan pertumbuhan pangsa pasar syariah pada 2015 yang baru lim persen dari total aset perbankan di Indonesia.
"Potensi kita masih besar sekali, kan baru lima persen. Malaysia sudah 27 persen, tapi kan Malaysia sudah mulai 30 tahun lalu. Kalau pemerintah kita kan baru mulai sekarang memberikan perhatian serius pada keuangan syariah," ujarnya.
Menurutnya, jika melihat perkembangan sekarang, dengan basisnya yang masih kecil, pertumbuhan ekonomi syariah masih sangat besar setiap tahunnya. Namun, dari basis yang kecil itu, kata Sofyan, pertumbuhannya bisa cepat sekali.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/16/04/06/o5805p382-pemerintah-akui-masih-terbatas-dorong-ekonomi-syariah
Posting Komentar
0Komentar
